Bandung-- Minggu ke-3 bulan Februari ini hujan lebat masih kerap turun, bahkan sering disertai dengan angin kencang dan juga suara petir. seperti yang terjadi pada hari kamis 18/2, hujan disertai angin kencang melanda sejak siang hari.
Keberadaan kampus UIN yang memang berada dari dataran yang tinggi ke dataran yang lvebih rendah menyebabkan air mengalir dari atas daaerah gedung Mahad menuju gerbang utama yang berada di bawah. dengan intensitas hujan yang sangat lebat, debit air pun sangat banyak. Bahkan air yang mengalir hampir menutupi mata kaki. Air terus mengalir tanpa hambatan, apalagi kini memang tanah resapan sudah sulit ditemui di dalam kampus, semuanya telah tertutup beton.
"iya airnya tinggi banget, padahal didalam kampus bukan dijalanan. Ini sih karna udah ngga ada tanah resapan, dimana-mana beton. jadi ngga ada penahan debit air yang ngalir. bisa-bisa nanti banjir di dalam kampus sendiri." ujar Kania Azqia mahasiswa jurusan Jurnalistik.
Bila dilihat secara kasat mata memang sejauh memandang didalam kampus UIN ini minim sekali ruang terbuka hijau, semuanya hampir beton yang menghiasi. mungkin pihak rekforat harus mulai memikirkan solusinya, supaya tidak ada hal buruk yang tidak diinginkan. seperti banjir didalam kampus misalnya.
ADS HERE !!!